6. Prosedur |
- Petugas melakukan anamnesis
- Nyeri dan sakit pada saat untuk mengunyah, kadang disertai munculnya benjolan abses dan pembengkakan.
- Petugas melakukan pemeriksaan
- Apabila abses periapeks kronis tidak ada gejala klinis biasanya ada fistula intra oral.
- Apabila abses periapeks akut terjadi rasa sakit pada palpasi dan perkusi dan diikuti pembengkakan di daerah akar gigi.
- Petugas melakukan pemeriksaan Penunjang
- Foto x-ray gigi periapikal bila diperlukan
- Petugas menegakkan diagnosis dari anamnesis, pemeriksaan dan penunjang
- Petugas memberikan surat persetujuan/penolakan tindakan berupa informed consent
- Petugas melakukan prosedur tindakan kedokteran gigi
- Bila terjadi abses selain dilakukan pembukaan kamar pulpa untuk drainase dan saluran akar juga dilakukan insisi. Selain itu dilakukan juga over instrument tidak lebih dari 1 mm dari apeks gigi dengan alat preparasi saluran akar nomor 25
- Pembukaan kamar pulpa, pembersihan saluran akar, irigasi, pemberian obat, sterilisasi dan ditumpat sementara
- Bila apeks lebar, preparasi saluran akar irigasi, kering diisi dengan Ca(OH)2 hingga 1 mm sebelum apeks kemudian tumpat sementara untuk pemakaian Ca(OH)2 di evaluasi 1 minggu, 3 bulan, 6 bulan kemudian apabila apeks sudah menutup dilanjutkan perawatan saluran akar kemudian diisi dengan guttap point
- Apabila endo konvensional tidak berhasil dirujuk
- Pemberian obat kumur, obat analgetik, antipiretik dan
antibiotika
- Antibiotik yang diberikan antara lain adalah doksisiklin 100 (1×1) selama 7 hari, Amoxicillin 500 mg 3×1 tab selama 5 hari; Ciprofloxacin 500 mg 2×1 tab selama 5 hari; Metronidazole 500 mg 3×1 tab selama 5 hari.
- Petugas menentukan prognosis
- Baik
- Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa dan tindakan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien
|