![]() |
STANDAR PELAYANAN MEDIS PERSALINAN PRETERM DAN PEMBERIAN ANTENATAL KORTIKOSTEROID |
Ramli Randan |
||
SOP | No Dokumen | 125/SOP/GRC/III/2019 | ||
No Revisi | 0 | |||
Tanggal Terbit | 04 Maret 2019 | |||
Halaman | 1/3 | |||
Klinik Pratama Rawat Jalan Gracia |
1. Pengertian | Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Diagnosis
Faktor predisposisi
merokok |
---|---|
2. Tujuan | Mampu melakukan tatalaksana mencakup pemberian tokolitik, kartikosteroid, dan antibiotika profilaksis |
3. Kebijakan |
|
4. Referensi | |
5. Alat dan Bahan | |
6. Prosedur | Kehamilan dan persalianan dengan penyulit obstetri persalianan preterm diberikan dan bayi dilahirkan secara pervagina atau perabdominan sesuai kondisi kehamilan : · Usi kehamilan di bawah 24 dan diatas 34 minggu · Pembukaan > 3 cm · Ada tanda korioamnionitis (infeksi intrauterin), preeklampsia, atau perdarahan aktif · Ada gawat janin · Janin meninggal atau adanya kelainan kongential yang kemungkinan hidupnya kecil Lakukan terapi konvervasif (ekspektan) dengan tokolitik, kartikosteroid, dan antibiotika jika syarat beriku ini terpenuhi : · Usia kehamilan antara 24-34 minggu · Dilatasi serviks kurang dari 3 cm · Tidak ada korioamnionitis (infeksi intrauterin), preeklampsia atau perdarahan aktif. · Tidak ada gawat janin Tokolitik hanya diberikan pada 48 jam pertama untuk memberikan kesempatan pemberian kokortikosteroid. Obat-obat tokolitik yang digunakan adalah : · Nifedipin : 3×10 mg per oral, atau · Terbutalin sulfa 1000 µg (2 ampul) dalam 500 ml larutan infus NaCl 0,9% dengan dosis awal pemberian 10 tetes/menit lalu dinaikkan 5 tetes/menit tiap 15 menit hingga kontraksi hilang, atau · Salbutamol :dosis awal 10 mg IV dalam 1 liter cairan infus 10 tetes/menit. Jika kontraksi masih ada naikkan kecepatan 10 tetes/menit setiap 30 menit sampai kontraksi berhenti atau denyut nadi>120/menit kemudian dosis dipertahankan hingga 12 jam setelah kontraksi hilang Berikan kortikosteroid untuk pematangan paru janin. Obat pilihannya adalah : · Deksametason 6 mg IM setiap 12 jam sebanyak 4 kali, atau · Betametason 12 mg IM setiap 24 jam sebanyak 2 kali Antibiotika profilaksis diberikan sampai bayi lahir. Pilihan antibiotika yang rutin diberikan untuk persalinan preterm ( untuk mencegah infeksi streptokokus grup B) adalah : · Ampisilin : 2 g IV setiap 6 jam, atau penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam, atau · Klindamisin : dapat memicu terjadinya enterokolitis nekrotikans
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam melakukan persalinan adalah sebagai berikut : · Lakukan seksio sesarea bila janin lintang · Persiapan resusitasi/konsul dokter anak untuk perawatan bayi berat lahir renda : – Prinsipnya adalah mencegah hiportemia – Jaga suhu ruang tempat melahirkan agar tidak kurang dari 25ºC – Keringat bayi dan jatuhkan handuk yang basah – Letakkan bayi pada dada ibu – Periksa nafas dan denyut jantung bayi – Pakaikan bayi topi dan kaos kaki – Bungkus bayi dengan plastik – Selimuti ibu dan bayi dan dijaga agar tetap hangat – Lakukan IMD satu jam pertama kelahiran Untuk menghangatkan bayi, perawatan metode kanguru dapat dilakukan bila syarat-syarat di bawah ini diperluka : · Bayi tidak mengalami kesulitan bernafasbayi tidak mengalami kesulitan minum · Bayi tidak kejang · Bayi tidak diare Ibu atau keluarga bersedia, dan tidak sedang sakit3×300 mg PO (jika alergi terhadap penisilin) Antibiotika yang diberikan jika persalinan preterm disertai dengan kebutuhan pecah dini adalah eritromisin 4×400 mg per oral kombinasi amoksilin dengan asam klavulanat tidak digunakan karena STANDAR PELAYANAN MEDIS PERSALINAN PRETERM DAN PEMBERIAN ANTENATAL KORTIKOSTEROID |
7. Diagram Alir | - |
8. Unit Terkait |
No | Yang Diubah | Isi Perubahan | Tanggal Mulai Diberlakukan |
---|---|---|---|