| 1. Pengertian |
Hepatitis B adalah virus yang menyerang hati, masuk melalui darah ataupun cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B.
Kode ICD X untuk hepatitis B akut adalah B16, sedangkan hepatitis B kronik adalah B18.0 atau B18.1.
|
| 6. Prosedur |
- Petugas melakukan anamnesis dan menggalinya, berkaitan dengan:
- Keluhan
- gangguan gastrointestinal, seperti : malaise, anoreksia, mual dan muntah;
- gejala flu : batuk, fotofobia, sakit kepala, mialgia.
- Gejala prodromal seperti diatas akan menghilang pada saat timbul kuning, tetapi keluhan anoreksia, malaise, dan kelemahan dapat menetap.
- Ikterus didahului dengan kemunculan urin berwarna gelap. Pruritus (biasanya ringan dan sementara) dapat timbul ketika ikterus meningkat. Pada saat badan kuning, biasanya diikuti oleh pembesaran hati yang diikuti oleh rasa sakit bila ditekan di bagian perut kanan atas. Setelah gejala tersebut akan timbul fase resolusi.
- Pada sebagian kasus hepatitis B kronik terdapat pembesaran hati dan limpa.
- Faktor Risiko
- Memakai jarum suntik secara bergantian terutama kepada penyalahgunaan obat suntik.
- Menggunakan alat-alat yang biasa melukai bersama-sama dengan penderita hepatitis B.
- Orang yang bekerja pada tempat-tempat yang terpapar dengan darah manusia.
- Orang yang pernah mendapat transfusi darah sebelum dilakukan pemilahan terhadap donor.
- Penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.
- Anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita hepatitis B
- Mempunyai hubungan kelamin yang tidak aman dengan orang yang sudah terinfeksi hepatitis B.
- Petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
- pembesaran dan sedikit nyeri tekan pada hati,
- Splenomegali dan limfadenopati.
- Konjungtiva ikterus
- Petugas memberikan pengantar pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan darah : peningkatan kadar bilirubin dalam darah, kadar SGOT dan SGPT ≥ 2x nilai normal tertinggi, dilakukan pada fasilitas primer yang lebih lengkap.
- Tes laboratorium urin (bilirubin di dalam urin)
- Petugas melakukan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.
- Petugas melakukan tatalaksana sesuai penyakit dan tingkat keparahan.
- Asupan kalori dan cairan yang adekuat
- Tirah baring
- Tata laksana Farmakologi sesuai dengan gejala yang dirasakan oleh pasien:
- Antipiretik bila demam; Paracetamol 500 mg (3-4x sehari)
- Antiemetik bila mual: Metoklopropamid 3×10 mg/hari atau
Domperidon 3x10mg/hari.
- Perut perih dan kembung: H2 Bloker (Simetidin 3×200 mg/hari atau Ranitidin 2x 150mg/hari) atau Proton Pump Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari).
- Rencana tindak lanjut: kontrol bila muncul kembali gejala kearah penyakit hepatitis.
- Petugas melakukan rujukan jika ditemukan:
- Pasien yang telah terdiagnosis Hepatitis B
- Petugas melakukan Konseling dan Edukasi
- Pada hepatitis B kronis karena pengobatan cukup lama, keluarga ikut mendukung pasien agar teratur minum obat.
- Pada fase akut, keluarga ikut menjaga asupankaloridancairan yang
adekuat, dan membatasi aktivitasfisik pasien.
- Pencegahan penularan pada anggota keluarga dengan modifikasi pola hidup untuk pencegahan transmisi, dan imunisasi.
- Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien
|