FLOUR ALBUS










Ramli Randan
SOP No Dokumen 236/SOP/GRC/III/2019
No Revisi 0
Tanggal Terbit 04 Maret 2019
Halaman 1/2
Klinik Pratama Rawat Jalan
Gracia
1. Pengertian

Keputihan atau Fluor Albus atau Leukorea merupakan sekresi vaginal pada wanita.

2. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan flour albus.

3. Kebijakan
  • Keputusan Kepala Klinik Gracia Nomor 98/SK/GRC/I/2023 tentang
    Kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Alat dan Bahan
6. Prosedur
  1. Petugas melakukan anamnesis dan menggalinya berdasarkan Keluhan:
    1. Biasanya terjadi pada daerah genitalia perempuan yang berusia diatas 12 tahun, ditandai dengan adanya perubahan pada duh tubuh disertai salah satu atau lebih gejala rasa gatal, nyeri berkemih, nyeri panggul/perut bawah, perdarahan antar menstruasi atau perdarahan setelah berhubungan seksual.
    2. Terdapat riwayat berhubungan seksual dengan pasangan yang dicurigai menularkan penyakit menular seksual.
  2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, untuk menemukan tanda-tanda berikut
    1. Kandidiasis vaginitis:
      1. Etiologi : Candida Albicans,
      2. Karakteristik:
        1. Warna : putih seperti susu basi
        2. Cairan tidak berbau ( PH < 4,5 )
        3. Eritema vagina dan eritema satelit di luar vagina
    2.  Vaginosis Bakterialis
      1. Etiologi : Gardnerella vaginalis
      2. Karakteristik :
      3. Cairan warna putih/abu-abu melekat sepanjang dinding vagina/vulva
      4. Berbau amis (PH > 4,5)
    3. Servisitis
      1. Etiologi : Chlamydia
      2. Gejala : Inflamasi serviks yang mudah berdarah dan disertai duh mukopurulen
    4.  Trichomoniasis vaginalis
    5. Asimtomatik
      1. Karakteristik :
        1. Cairan kuning kehijauan
        2. Berbuih dan berbau busuk (PH > 4,5)
    6. Pelvic inflammatory disease (PID)
      1. Etiologi : Chlamydia,
      2. Karakteristik: Nyeri abdomen bawah, dengan atau tanpa demam.
    7. Liken planus
    8. Gonore
    9. Infeksi menular seksual lainnya
    10. Benda asing (misalnya tampon atau kondom yang terlupa diangkat)
  3. Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
  4. Petugas melakukan tatalaksana:
    1. Vaginosis bacterial
      1. Metronidazole 2 x 500 mg selama 7 hari PO/Clyndamisin 2 x 300 mgselama 7 hari PO/Metronidazole pervaginam
      2. Bila sedang hamil atau menyusui gunakan metronidazole 2 x 400 mg/hari untuk 5-7 hari/Pervaginam. Tidak direkomendasikan untuk minum 2 g peroral.
      3. Pasien yang menggunakan IUD tembaga dan mengalami vaginosis bakterial dianjurkan untuk mengganti metode kontrasepsinya.
    2.  Vulvovaginal kandidiosis
      1. Ketokonazole 2 x 200 mg PO selama 5 hari/Itrakonazole 2 x 100 mg PO selama 3 hari/Nystatin pervaginam.
      2. Pasien dengan vulvovaginal candidiosis yang berulang dianjurkan untuk memperoleh pengobatan paling lama 6 bulan.
      3. Pada saat kehamilan, hindari obat anti-fungi oral, dan gunakan imidazole topikal hingga 7 hari.
    3. Chlamydia
      1. Azithromisin 1000 mg dosis tunggal/Doksisiklin 2×100 mg/hari selama 7 hari.
      2. ibu hamil dapat diberikan Amoxicillin 3×500 mg selama 7 hari/Eritromisin 4×500 mg selama 7 hari.
      3. Trikomonas vaginalis
      4. Metronidazole 2 x 500 mg selama 7 hari PO
      5. Pasangan seksual pasien trikomonas vaginalis harus diperiksa dan diobati bersama dengan pasien.
      6. Pasien HIV positif dengan trikomonas vaginalis lebih baik dengan regimen oral penatalaksanaan beberapa hari dibanding dosis tunggal.
  5. Petugas melakukan Konseling dan Edukasi pada pasien dan atau keluarganya mengenaik
    1. Menjaga kebersihan organ wanita
    2. Pasien diberikan pemahaman tetntang penyakit, penularan serta penatalaksanaan ditingkat rujukan
    3. Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama penyakit belum tuntas diobatiPetugas melakukan rujukan apabila
    4. Tidak terdapat fasilitas pemeriksaan untuk pasangan
    5. Dibutuhkan pemeriksaan kultur kuman gonore
    6. Adanya arah kegagalan pengobatan
  6. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke unit farmasi.
  7. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien 
FLOUR ALBUS
7. Diagram Alir -
8. Unit Terkait
Rekaman Historis Perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan