ABORTUS










Ramli Randan
SOP No Dokumen 265/SOP/GRC/III/2019
No Revisi 0
Tanggal Terbit 04 Maret 2019
Halaman 1/2
Klinik Pratama Rawat Jalan
Gracia
1. Pengertian

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.

Jenis dan derajat abortus :

  • Abortus imminens adalah abortus tingkat permulaan, di mana terjadi perdarahan pervaginam ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan
  • Abortus insipiens adalah abortus yang sedang mengancam di mana serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri
  • Abortus inkomplit adalah sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri masih ada yang tertinggal
  • Abortus komplit adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

Kode ICD X untuk abortus komplit adalah O03.9, sedangkan untuk abortus inkomplit adalah O06.4.

2. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan abortus.

3. Kebijakan
  • Keputusan Kepala Klinik Gracia Nomor 98/SK/GRC/I/2023 tentang
    Kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Alat dan Bahan
6. Prosedur
  1. Petugas melakukan anamnesis dan menggalinya
    1. Keluhan:
      • Abortus imminens
        • Riwayat terlambat haid dengan hasil B HCG (+) dengan usia kehamilan dibawah 20 minggu
        • Perdarahan pervaginam yang tidak terlalu banyak, berwarna kecoklatan dan bercampur lender
        • Tidak disertai nyeri atau kram
      • Abortus insipiens
        • Perdarahan bertambah banyak, berwarna merah segar disertai terbukanya serviks
        • Perut nyeri ringan atau spasme (seperti kontraksi saat persalinan)
      • Abortus inkomplit
        • Perdarahan aktif
        • Nyeri perut hebat seperti kontraksi saat persalinan
        • Pengeluaran sebagian hasil konsepsi
        • Mulut rahim terbuka dengan sebagian sisa konsepsi tertinggal
        • Terkadang pasien datang dalam keadaan syok akibat perdarahan
      • Abortus komplit
        • Perdarahan sedikit
        • Nyeri perut atau kram ringan
        • Mulut rahim sudah tertutup
        • Pengeluaran seluruh hasil konsepsi
    2. Faktor Resiko
      • Faktor Maternal
      • Penyakit infeksi
      • Kelainan hormonal, seperti hipotiroidisme
      • Gangguan nutrisi yang berat
      • Penyakit menahun dan kronis
      • Alkohol, merokok dan penggunaan obat-obatan
      • Anomali uterus dan serviks
      • Gangguan imunologis
      • Trauma fisik dan psikologis
    3. Faktor Janin
      • Adanya kelainan genetik pada janin
      • Faktor ayah
      • Terjadinya kelainan sperma
  2. Petugas melakukan pemeriksaan tanda vital dan fisik
    1. Penilaian tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
    2. Penilaian tanda-tanda syok
    3. Periksa konjungtiva untuktanda anemia
    4. Mencari ada tidaknya massa abdomen
    5. Tanda-tanda akut abdomen dan defans muscular
    6. Pemeriksaan ginekologi, ditemukan:
      • Abortus iminens
        • Osteum uteri masih menutup
        • Perdarahan berwarna kecoklatan disertai lendir
        • Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
        • Detak jantung janin masih ditemukan
      • Abortus insipiens
        • Osteum uteri terbuka, dengan terdapat penonjolan kantong dan didalamnya berisi cairan ketuban
        • Perdarahan berwarna merah segar
        • Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan
        • Detak jantung janin masih ditemukan
      • Abortus inkomplit
        • Osteum uteri terbuka, dengan terdapat sebagian sisa konsepsi
        • Perdarahan aktif
        • Ukuran uterus sesuai usia kehamilan
      • Abortus komplit
        • Osteum uteri tertutup
        • Perdarahan sedikit
        • Ukuran uterus lebih kecil usia kehamilan
  3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan
    1. Pemeriksaan USG (tidak tersedia)
    2. Pemeriksaan tes kehamilan (BHCG): biasanya masih positif sampai 7-10 hari setelah abortus.
    3. Pemeriksaan darah  perifer lengkap (tidak tersedia)
  4. Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
  5. Petugas melakukan tatalaksana:
    1. Penilaian cepat terhadap tanda vital
    2. Segera melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan Sekunder / RS
  6. Petugas memberikan pengantar rujukan kepada pasien dann diserahkan ke unit pendaftaran untuk diberikan rujukan online 
  7. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien 
ABORTUS
7. Diagram Alir -
8. Unit Terkait
  1. Pelayanan UmumĀ 
  2. Ruang Tindakan
  3. Ruang KIA
Rekaman Historis Perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan