BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Eform Klinik Gracia - ECPv6.15.18//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Eform Klinik Gracia
X-ORIGINAL-URL:https://eform.klinikgracia.com
X-WR-CALDESC:Events for Eform Klinik Gracia
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250719T083000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250719T213000
DTSTAMP:20260404T104835
CREATED:20250722T085214Z
LAST-MODIFIED:20250722T085214Z
UID:16584-1752913800-1752960600@eform.klinikgracia.com
SUMMARY:PELATIHAN CODE RED DAN SIMULASI PENGGUNAAN APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN)
DESCRIPTION:“Code Red” atau “Kode Merah” adalah kode darurat yang digunakan di berbagai situasi\, terutama dalam konteks rumah sakit dan organisasi lainnya\, untuk menandakan adanya ancaman kebakaran. Kode ini mengaktifkan tim siaga bencana untuk melakukan evakuasi dan penanganan kebakaran.: \n\n\n\n\n“Code Red” diaktifkan ketika ada api atau asap di dalam lingkungan klinik\, yang mengindikasikan adanya bahaya kebakaran.\nTujuannya adalah untuk melindungi pasien\, staf\, dan fasilitas dari bahaya kebakaran.\nTim tanggap darurat\, yang terdiri dari personel rumah sakit yang terlatih\, akan segera bertindak sesuai peran masing-masing untuk memadamkan api\, mengevakuasi pasien\, dan mengamankan area.\n\n\n\nSimulasi Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) \n\nAlat Pemadam Api Ringan (APAR) memiliki beberapa jenis berdasarkan media pemadam yang digunakan. Beberapa jenis APAR yang umum adalah: APAR serbuk kimia (powder)\, APAR busa (foam)\, APAR CO2 (karbon dioksida)\, dan APAR cairan (water). Pemilihan jenis APAR yang tepat sangat penting disesuaikan dengan kelas kebakaran yang mungkin terjadi di suatu area.  \n  \n\nBerikut adalah 5 langkah penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dengan benar: Tarik\, Arahkan\, Tekan\, dan Sapu (T.A.T.A) atau Pull\, Aim\, Squeeze\, Sweep (PASS).  \n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\nTarik (Pull/Tarik): Tarik pin pengaman (safety pin) yang terdapat pada APAR.\nArahkan (Aim/Arahkan): Arahkan corong atau nosel APAR ke sumber api\, tepat pada pangkal api.\nTekan (Squeeze/Tekan): Tekan tuas atau gagang APAR untuk mengeluarkan bahan pemadam.\nSapu (Sweep/Sapu): Sapu ujung selang APAR ke kiri dan kanan secara merata pada sumber api hingga api padam.\n\n\n\nDengan mengingat urutan T.A.T.A atau PASS\, Anda dapat menggunakan APAR dengan lebih efektif untuk memadamkan api pada tahap awal kebakaran. 
URL:https://eform.klinikgracia.com/event/pelatihan-code-red-dan-simulasi-penggunaan-apar-alat-pemadam-api-ringan/
CATEGORIES:Pelatihan Internal
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240713T083000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240713T220000
DTSTAMP:20260404T104835
CREATED:20240716T050147Z
LAST-MODIFIED:20240716T054113Z
UID:15789-1720859400-1720908000@eform.klinikgracia.com
SUMMARY:PELATIHAN CODE RED DAN PENGGUNAAN APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
DESCRIPTION:Code red adalah sistem pengaktifan petugas dalam menghadapi atau melakukan evakuasi pada saat terjadi bencana internal di dalam rumah sakit. Tujuan pengaktifan sistem code red yaitu agar manusia dan asset yang berharga di dalam rumah sakit dapat diamankan serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat terjadi bencana. \nPetugas Topi Merah : Memadam kan Api \nPetugas Topi Hijau : Asset Klinik \nPetugas Topi Biru : Dokumen \nPetugas Topi Kuning : Penyelamatan Pasien. \n  \nPenggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) \nAPAR (Alat Pemadam Api Ringan) merupakan alat yang ringan serta mudah dilayani untuk satu orang guna memadamkan api/kebakaran pada awal terjadi kebakaran (definisi berdasarkan Permenakertrans RI Nompr 4/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan). Alat pemadam api ringan (APAR) didesain untuk memadamkan api kecil atau kebakaran ringan. Jangan gunakan APAR untuk memadamkan kelas kebakaran yang sudah membesar atau tidak bisa dikendalikan. Hal ini karena APAR tidak efektif untuk memadamkan api yang sudah membesar. \nCara menggunakan APAR adalah dengan menarik /lepas pin pengunci tuas APAR/tabung pemadam\, arahkan selang ke titik pusat api\, tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR /tabung pemadam\, dan sapukan secara merata sampai api padam. Untuk memastikan keamanan dan keefektifan prosedur penggunaan APAR\, harus diperhatikan jarak penyemprotan APAR dari titik api. Prosedur penggunaan APAR yang efektif dan aman adalah pada jarak 3-5 meter dari titik api. Jika prosedur penggunaan APAR dilakukan lebih dari 5 meter\, bahan pemadam api bisa menyebar atau jatuh ke lantai/tanah sebelum mengenai titik api. Jika pemadaman api dilakukan pada jarak kurang dari 3 meter dari titik api\, hal ini bisa menyebabkan pengguna APAR terkena jilatan api yang membahayakan. \nSaat melakukan SOP pemadaman kebakaran dengan APAR\, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan. Aspek-aspek penting ini wajib diketahui dan diterapkan supaya proses pemadaman api berjalan dengan aman dan lancar. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam prosedur penggunaan APAR adalah sebagai berikut:\n1. Perhatikan jenis benda yang terbakar untuk menentukan risiko kelas kebakaran dan jenis APAR yang tepat untuk memadamkannya;\n2. Jangan menyemprotkan APAR dengan posisi berlawanan arah angin;\n3. Gunakan APAR dengan memposisikan diri pada jarak 3 – 5 meter dari titik api;\n4. Bawa tabung berukuran besar dengan cara dipanggul\, bukan ditenteng atau dijinjing;dan\n5. Jangan menarik safety pin sambil menekan tuas APAR secara bersamaan.
URL:https://eform.klinikgracia.com/event/pelatihan-code-red-dan-penggunaan-apar-alat-pemadam-api-ringan/
CATEGORIES:Pelatihan Internal
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240622T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240622T120000
DTSTAMP:20260404T104835
CREATED:20240622T061939Z
LAST-MODIFIED:20240703T020923Z
UID:15767-1719046800-1719057600@eform.klinikgracia.com
SUMMARY:PELATIHAN SERVICE EXCELLENT DAN ETIKA TENAGA KESEHATAN
DESCRIPTION:Pembukaaan\nMenyanyikan lagu indonesia Raya\nPenyampaian Materi Irfan Sosialisasi SE panduan pelayanan prima\nPenyampaian materi Etika Tenaga Kesehatan
URL:https://eform.klinikgracia.com/event/pelatihan-service-excellent-dan-etika-tenaga-kesehatan/
CATEGORIES:Pelatihan Internal
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240525T083000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240525T170000
DTSTAMP:20260404T104835
CREATED:20240525T042806Z
LAST-MODIFIED:20240703T021037Z
UID:15750-1716625800-1716656400@eform.klinikgracia.com
SUMMARY:PELATIHAN BHD (BANTUAN HIDUP DASAR)
DESCRIPTION:Pembukaan\nPemaparan Struktur Organisasi dan Alur Koordinasi (dr. Yala yg menyampaikan)\nMutu (Pak Jaid) \, Etika pelayanan dan etika bekerja Struktur Organisasi \, Alur Koordinasi adalah aturan resmi legal dari perusahaan. Mutu dibangun kedalam pelayanan : Personil(SDM)\, Fasilitas harus di jaga\, Metode (SOP yang dimiliki).\nMateri BHD (Bantuan Hidup Dasar)\n\nBHD ( Bantuan Hidup Dasar) (Ba Ratih) \nA (Air way) Jalan Nafas\, B Breathing = Pengelolaan Fungsi Pernapasan\, C Circulation = Mengembalikan fungsi Sirkulasi darah. \nBasic Life support : Bantuan hidup dasar (dr yala)  \nPertolongan pertama yang di lakukan pada korban henti jantung dan henti napas. \nHenti Napas : tidak ada gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari hidung korban/pasien \nHenti Jantung : Di tandai dgn tidak teraba Nadi. \nBHD\nOtak manusia hanya bertahan 4 menit tanpa Oksigen (golden time) \npertolongan harus segera diberikan ketika seseorang tidak bernapas dan tidak ada tanda”sirkulasi \nJika korban henti jantung selamat berkurang 10-12% permenit \nKomponen yang harus di kuasai penolong: \n\n Penilaian keadaan pasien\nkompresi dada yang baik\npenilaian dada sert\nPenilaian dgn AED\n\nTarget Bantuan Hidup Dasar \n\nHenti jantung dapat dicegah\ntransportasi pasien dapat cepat dilaksanakan\nfungsi jantung dan paru dapat diperbaiki dgn menggunakan AED dan kompresi\nMemoertahankan suplay darah ke otak sampai bantuan tiba.\n\nTAHAPAN BANTUAN HIDUP DASAR \n\nDanger\nResponse\nCall for Help\nChest Compresion\nAirway\nBreathing\nRepeat\n\nAlat Pelindung Diri : Face Shield\, Sarung Tangan\, Pocket Mask. \nKomplikasi BHD: \n\nASpirasi Regurgitasi\nFraktur Tulang iga\, tulang dada\nPneumothoraks\nLaserasi Hati\, Limpa\n\nKapan RJP Pada BHD di hentikan? \n\nBila penolong sudah memberikan pertolongan secara optimal\npenolong sudah mempertimbangkan apakah penderita terpapar bahan beracun atau mengalami overdosis obat\nkejadian henti jantung tidak disaksikan penolong\nasistole yang menetap terekam selama 10 Menit atau lebih.\n\nRJP lebih lama bisa di kerjakan pada ; Usia muda\, asistol menetap\, hipotermia\, overdosis obat\, usaha bunuh diri\, permintaan keluarga\, Korban tenggelam di air dingin. \nTatalaksana Tersedak : \n\ntidak dapat bicara\,bernapas\nmenunjukan sikap tercekek\, pasien memegang leher\nCyanosis/Biru\nGerak napas tidaknormal\ncolap\,tidak sadar.\n\nBACK BLOWS \nTepuk lembut punggungnya di antara tulang belikat sebanyak 5 kali\, menggunakan tangan yang lain \nAbdominal Trust :  teknik yang bisa digunakan sebagai pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami. \nChect Trus : 1. Letakkan tangan di bawah ketiak korban 2. Lingkari dada korban dengan lengan kita 3. Letakkan bagian ibu jari pada kepalan di tengah-tengah tulang dada korban (sama seperti tempat melakukan penekanan dada pada RJP) 4 \nFoto : \nAbsensi Kegiatan :
URL:https://eform.klinikgracia.com/event/pelatihan-bhd-bantuan-hidup-dasar/
CATEGORIES:Pelatihan Internal
END:VEVENT
END:VCALENDAR