KONJUNGTIVITIS










Ramli Randan
SOP No Dokumen 197/SOP/GRC/III/2019
No Revisi 0
Tanggal Terbit 04 Maret 2019
Halaman 1/2
Klinik Pratama Rawat Jalan
Gracia
1. Pengertian

Konjungtivitis adalah radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi, atau reaksi alergi. Konjungtivitis ditularkan melaui kontak langsung dengan sumber infeksi.

Kode ICD X untuk konjuntivitis alergi adalah H10.1, sementara untuk konjungtivitis infeksi adalah H10.9.

2. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan konjungtivitis.

3. Kebijakan
  • Keputusan Kepala Klinik Gracia Nomor 98/SK/GRC/I/2023 tentang
    Kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Alat dan Bahan
6. Prosedur
  1. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat alergi, dan riwayat penyakit keluarga) seperti apakah ada keluhan mata merah, rasa mengganjal, gatal dan berair, kadang disertai sekret, tanpa disertai penurunan tajam penglihatan
  2. Petugas melakukan pemeriksaan tanda vital yang diperlukan
  3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan / yang sesuai
    • Visus normal
    • Injeksi kunjungtival
    • Dapat disertai edema kelopak, kemosis
    • Eksudasi (serous, mukopurulen, atau purulent)
    • Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan folikel, papil atau papil raksasa, flikten, membrane, atau pseudomembran
  4. Petugas menegakkan diagnosa dan atau differential diagnosis berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik
    1. Konjungtivitis bacterial
      • Konjungtiva hiperemis
      • Sekret purulent atau mukopurulen
      • Membrane atau pseudomembran di konjungtiva tarsal
    2. Konjungtivitis gonore
      • Pada bayi baru lahir
      • Konjuntivitis pada kedua mata dengan sekret purulent yang sangat banyak
    3.  Konjungtivitis viral
      • Konjungtiva hiperemis
      • Sekret umumnya mukoserosa
      • Pembesaran kelenjar preaurikular
    4. Konjungtivitis alergi
      • Konjungtiva hiperemis
      • Riwayat atopi atau alergi
      • Gatal
  5. Petugas memberikan terapi sesuai diagnosis yang ditegakkan
    1. Pada infeksi bakteri :
      • kloramfenikol tetes mata 1 tetes 6 kali sehari atau
      • salep mata 3 kali sehari selama 3 hari
    2. Pada konjuntivitis gonore :
      • kloramfenikol tetes mata 0.5-1% sebanyak 1 tetes tiap jam dan
      • suntikan pada bayi 50.000 U/kgBB setiap hari sampai tidak ditemukan kuman GO pada sediaan apus selama 3 hari berturut-turut
    3. Pada konjungtivitis viral :
      • salep acyclovir 3% 5 kali sehari selama 10 hari
    4.  Pada alergi :
      • flumetolon tetes mata 2 kali sehari selama 2 minggu
  6. Petugas memberikan edukasi kepada pasien
    • Konjungtivitis mudah menular karena itu sebelum dan sesuda membersihkan atau mengoleskan obat, pasien harus mencuci tangan
    • Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama orang lain
    • Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar
  7. Petugas melakukan rujukan jika terdapat indikasi
  8. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke unit farmasi
  9. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien 
KONJUNGTIVITIS
7. Diagram Alir -
8. Unit Terkait

Pelayanan Umum

Rekaman Historis Perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan