| 6. Prosedur |
- Petugas melakukan anamnesis dan menggalinya berdasarkan Keluhan:
- Biasanya terjadi pada daerah genitalia perempuan yang berusia diatas 12 tahun, ditandai dengan adanya perubahan pada duh tubuh disertai salah satu atau lebih gejala rasa gatal, nyeri berkemih, nyeri panggul/perut bawah, perdarahan antar menstruasi atau perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Terdapat riwayat berhubungan seksual dengan pasangan yang dicurigai menularkan penyakit menular seksual.
- Petugas melakukan pemeriksaan fisik, untuk menemukan tanda-tanda berikut
- Kandidiasis vaginitis:
- Etiologi : Candida Albicans,
- Karakteristik:
- Warna : putih seperti susu basi
- Cairan tidak berbau ( PH < 4,5 )
- Eritema vagina dan eritema satelit di luar vagina
- Vaginosis Bakterialis
- Etiologi : Gardnerella vaginalis
- Karakteristik :
- Cairan warna putih/abu-abu melekat sepanjang dinding vagina/vulva
- Berbau amis (PH > 4,5)
- Servisitis
- Etiologi : Chlamydia
- Gejala : Inflamasi serviks yang mudah berdarah dan disertai duh mukopurulen
- Trichomoniasis vaginalis
- Asimtomatik
- Karakteristik :
- Cairan kuning kehijauan
- Berbuih dan berbau busuk (PH > 4,5)
- Pelvic inflammatory disease (PID)
- Etiologi : Chlamydia,
- Karakteristik: Nyeri abdomen bawah, dengan atau tanpa demam.
- Liken planus
- Gonore
- Infeksi menular seksual lainnya
- Benda asing (misalnya tampon atau kondom yang terlupa diangkat)
- Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
- Petugas melakukan tatalaksana:
- Vaginosis bacterial
- Metronidazole 2 x 500 mg selama 7 hari PO/Clyndamisin 2 x 300 mgselama 7 hari PO/Metronidazole pervaginam
- Bila sedang hamil atau menyusui gunakan metronidazole 2 x 400 mg/hari untuk 5-7 hari/Pervaginam. Tidak direkomendasikan untuk minum 2 g peroral.
- Pasien yang menggunakan IUD tembaga dan mengalami vaginosis bakterial dianjurkan untuk mengganti metode kontrasepsinya.
- Vulvovaginal kandidiosis
- Ketokonazole 2 x 200 mg PO selama 5 hari/Itrakonazole 2 x 100 mg PO selama 3 hari/Nystatin pervaginam.
- Pasien dengan vulvovaginal candidiosis yang berulang dianjurkan untuk memperoleh pengobatan paling lama 6 bulan.
- Pada saat kehamilan, hindari obat anti-fungi oral, dan gunakan imidazole topikal hingga 7 hari.
- Chlamydia
- Azithromisin 1000 mg dosis tunggal/Doksisiklin 2×100 mg/hari selama 7 hari.
- ibu hamil dapat diberikan Amoxicillin 3×500 mg selama 7 hari/Eritromisin 4×500 mg selama 7 hari.
- Trikomonas vaginalis
- Metronidazole 2 x 500 mg selama 7 hari PO
- Pasangan seksual pasien trikomonas vaginalis harus diperiksa dan diobati bersama dengan pasien.
- Pasien HIV positif dengan trikomonas vaginalis lebih baik dengan regimen oral penatalaksanaan beberapa hari dibanding dosis tunggal.
- Petugas melakukan Konseling dan Edukasi pada pasien dan atau keluarganya mengenaik
- Menjaga kebersihan organ wanita
- Pasien diberikan pemahaman tetntang penyakit, penularan serta penatalaksanaan ditingkat rujukan
- Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama penyakit belum tuntas diobatiPetugas melakukan rujukan apabila
- Tidak terdapat fasilitas pemeriksaan untuk pasangan
- Dibutuhkan pemeriksaan kultur kuman gonore
- Adanya arah kegagalan pengobatan
- Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke unit farmasi.
- Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien
|