| 1. Pengertian |
Keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur.
|
| 2. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melancarkan kelangsungan pernafasan bayi baru lahir. |
| 3. Kebijakan |
|
| 4. Referensi |
Aminullah, A. (2006) Asfiksia Neonatorum. In Ilmu Kebidanan Edisi 3. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo |
| 5. Alat dan Bahan |
|
| 6. Prosedur |
- Melakukan penilaian segera setelah bayi lahir :
- Apakah bayi bernafas/menangis?
- Apakah tonus otot bayi bauk/bayi aktif?
- Nilai Nafas
- Jika bayi tidak bernafas atau megap megap dan air ketuban bercampur mekonium : Buka mulut lebar, usap dan isap lendir dari mulut
- Melakukan langkah awal :
- Jaga bayi tetap hangat
- Atur posisi bayi
- Keringkan dan rangsang taktil
- Reposisi
- Nilai Nafas
- Jika bayi tidak benafas/bernafas megap-megap lakukan ventilasi :
- Pasang sungkup, perhatikan lekatan
- Ventilasi 2x dengan tekanan 30 menit cm air
- Bila dada menggembang lakukan ventilasi 20 x dengan tekanan 20 cm air selama 30 detik
- Nilai Nafas
- Jika bayi tidak bernafas/bernafas megap-megap:
- Ulangi ventilasi selama 20 x dalam 30 cm air
- Hentikan ventilasi dan nilai kembali nafas tiap 30 detik
- Jika bayi tidak bernafas spontan sesudah 2 menit resusitasi, siapkan rujukan, nilai denyut jantung
- Lakukan resusitasi selama dalam perjalanan rujuk
- Jika bayi tidak dirujuk dan atau tidak stabil :
- Sesudah 10 menit bayi tidak bernafas spontan dan tidak terdengar denyut jantung pertimbangkan menghentikan resusitasi
- Konseling kepada keluarga
- Lakukan pencatatan dan pelaporan
|
| 7. Diagram Alir |
- |
| 8. Unit Terkait |
Ruang VK |